Memontum Kota Malang – RSUD Kota Malang yang dipimpin dr Umar Usman senantiasa memberikan pendidikan ke masyakat tentang arti penting menjaga kesehatan gigi. Karena itulah dr Umar dan tim medisnya tak bosan memberikan imbauan ke masyarakat Malang.

Gigi berlubang merupakan masalah yang sering menimpa seseorang. Namun sayangnya, masih banyak yang belum menyadari bahwa gigi berlubang merupakan awal dari permasalahan pada sakit gigi yang biasa dikeluhkan oleh banyak orang.

Spesialis Konservasi Gigi RSUD Kota Malang drg. Wiedianto Suwarsono, Sp. KG
Spesialis Konservasi Gigi RSUD Kota Malang drg. Wiedianto Suwarsono, Sp. KG

Salah satu spesialis Konservasi Gigi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang drg. Wiedianto Suwarsono, Sp. KG menjelaskan, lubang pada gigi terdapat tiga bagian sesuai dengan susunan gigi. Yakni lapisan gigi terluar atau biasa disebut email gigi, lapisan dentint, lalu pulpa atau ruang syaraf.

“Kalau lubang masih berada pada email gigi (lapisan terluar) biasanya masih tidak terasa sakit. Dan kebanyakan orang cenderung beranggapan bahwa kalau tidak terasa sakit berarti ya tidak sakit. Padahal jika email gigi sudah berlubang, itu sudah bermasalah. Lalu jika lubang sudah sampai pada dentint, itu biasanya gigi rasanya mulai sensitif, apalagi kalau ada rasa hangat atau dingin, nah itu gigi akan lebih sensitif. Nah kalau sudah mencapai ruang syaraf atau pulpa, itu yang biasanya sampai terasa cekot-cekot, perawatannya harus lebih dalam, kompleks dan yang pasti lebih lama,” ujarnya.

Sementara itu, ia juga menjelaskan, gigi berlubang itu disebabkan adanya asam yang berasal karbohidro yang terfermentasi di dalam mulut. Sedangkan karbohidro sendiri berasal dari sisa makanan di dalam mulut atau di sela gigi yang tidak segera dibersihkan hingga terfermentasi.

“Jadi makanan manis, gula dan lainnya yang menjadi sisa di dalam mulut atau di sela gigi yang tidak segera dibersihkan akan terfermentasi dan menjadi asam. Lha asam itu yang melarutkan lapisan yang ada pada gigi,” imbuhnya.

Sementara untuk gigi seseorang yang sudah terlanjur berlubang, ia mengtakan, biasanya masih akan diupayakan untuk mempertahankan sisa gigi yang masih ada, meskipun hanya tinggal setengah bagian. Untuk selanjutnya dapat dilakukan penambalan gigi.

Penambalan pada gigi sendiri dimaksudkan untuk mengembalikan fungsi gigi untuk mengunyah, selain itu juga untuk menguatkan struktur gigi yang lain.

“Karena jika sudah kehilangan satu gigi, gigi yang lain cenderung geser. Jadi kalau untuk gigi berlubang separah apapun, kalau dilihat masih ada ruang yang memungkinkan untuk tambalan itu ditempel, akan dilakukan penambalan terlebih dahulu,” terangnya.

Untuk itu, dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut, ia menyarankan agar setiap orang mau untuk secara rutin memeriksakan giginya setiap enam bulan sekali.

“Kalau sikat gigi rutin saya rasa itu sudah menjadi kebiasaan orang modern saat ini ya, sikat gigi dua kali dalam sehari kan sudah jadi protapnya. Kalau untuk pemeriksaan gigi, itu saya rasa wajib, karena saat ini akses kesehatan sudah sangat mudah,” pungkasnya. (kik/yan)

 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *